SIMULASI FINAL – 17 JAN 2016

PRAKTIK SIMULASI FINAL TIM PEMANDU WISATA DESA WAY KALAM, Kecamatan Panengahan, Kabupaten Lampung Selatan, yang dilaksanakan dibawah arahan Komunitas Putera Krakatau. Proses dokumentasi dilakukan pada 17 Januari 2016 di Desa Way Kalam. Visualisasi ini ditujukan sebagai media edukasi dalam proses mendorong Desa Way Kalam menjadi Desa Wisata. Dan diharapkan dapat menjadi bahan referensi yang bermanfaat.

Tim Pemandu Wisata Way Kalam

LIHAT VIDEO: Simulasi Final Pemandu Wisata Way Kalam

Iklan

EVALUASI BULAN #9: PILOT DESA WISATA

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

CATATAN EVALUASI BULAN KE- 9 (FEBRUARI 2016)

Program: “Mewujudkan Desa Way Kalam sebagai Pilot dan Laboratorium Desa Wisata di Kecamatan Pangengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Juni 2015 – Mei 2016”.

Way Kalam, 20 Maret 2016

Pokok-Pokok Hasil Evaluasi,

  1. Untuk Bulan ke- 9 Februari 2016, pelaksanaan Program Pilot Desa Wisata di Way Kalam, Kecamatan Panengahan, terdiri dari beberapa target kegiatan sebagai berikut: i) pelaku wisata bertambah; ii) sosialisasi wisata dilakukan secara kontinyu dan terjadwal reguler; iii) dilaksanakan sosialisasi /konsultasi publik draft Perdes ‘Desa Wisata’ tingkat desa; dan vi) terlaksana evaluasi program secara berkala;
  2. Atas keempat target pelaksanaan program di Bulan ke- 9 di atas hasil masing-masing capaian yang telah dilakukan oleh Pokdarwis Way Terjun, yakni:
  3. Target pelaku wisata Desa Way Kalam sementara ditetapkan mengikuti progress per Desember 2015, dengan keanggotaan Pokdarwis Way Terjun berjumlah 45 orang. Untuk beberapa waktu kedepan Pokdarwis Way Terjun akan lebih memfokuskan diri ke penguatan internal (membangun soliditas teamwork);
  4. Sosialisasi wisata dilakukan secara kontinyu, hal ini terus dilakukan oleh Pokdarwis Way Terjun di berbagai kesempatan atau event, misal di rapat-rapat atau musyawarah desa, pengajian, atau di berbagai kegiatan desa lainnya dimana pesan-pesan dukungan terhadap agenda desa wisata bisa disosialiasikan;
  5. Sosialisasi /konsultasi publik draft Perdes ‘Desa Wisata’, agenda ini belum dapat dilaksanakan disebabkan belum finalnya penyusunan paket wisata Desa Way Kalam yang menjadi referensi dasar dibuatnya draft regulasi Perdes ‘Desa Wisata’;
  6. Evaluasi program secara berkala, kegiatan ini terlaksana melalui fasilitasi Forum Komunikasi Pokdarwis Lamsel: Komunitas Putera Krakatau (KPK), pada 20 Maret 2016.

Beberapa Masukan Penting,

  1. Telah disosialisasikan dan didiskusikan ‘Pekerjaan Rumah’ (PR) Komunitas Putera Krakatau dan Pokdarwis Way Terjun. Menjadi PR KPK, yakni: penyusunan paket wisata (status ‘dalam proses’), pelatihan infrastruktur wisata, pelatihan pengelolaan media, diskusi regulasi desa wisata, pelatihan image branding produk lokal, draft Perdes Desa Wisata, kegiatan konsultasi publik tingkat desa, dan pelatihan simulasi game outbond. Sementara, PR Pokdarwis Way Terjun, yakni: penyiapan tim kreatif dan tim media, rekondisi plang informasi desa wisata, trip pendakian ke Gunung Rajabasa, teknis pengusulan kegiatan desa wisata ke Musrenbangdes, melakukan pendataan dan memfasilitasi kreasi kuliner dan souvenir khas lokal;
  2. Atas beberapa PR di atas, baik untuk KPK maupun Pokdarwis Way Terjun, sepakat untuk konsisten melaksanakan setiap agenda yang menjadi tanggungjawab masing-masing. Perihal waktu pelaksanaan dan pemenuhan capaian terhadap tiap-tiap agenda yang menjadi pekerjaan rumah itu bersifat fleksibel dan akan dikerjakan bertahap disesuaikan situasi /kondisi subjektif KPK dan Pokdarwis Way Terjun. Hal ini menimbang masalah-masalah teknis /non- teknis yang terkadang menjadi kendala dalam upaya implementasinya;
  3. Di kesempatan ini juga dibahas progress draft Paket Wisata Desa Way Kalam yang telah tersusun sejauh ini. Draft paket wisata menjadi hasil kajian bersama KPK dan Pokdarwis Way Terjun dalam upaya menyajikan tawaran paket kunjungan ke Desa Wisata Way Kalam. Unsur-unsur pokok paket wisata yang berhasil disusun dan disepakati, yaitu: tarif inap homestay (Rp 95rb /orang /hari), jasa tour guide (Rp 85rb /orang /hari); formasi petugas guide (3-3-4 /5-5), tarif kunjungan ke wisata air terjun: Way Kalam dan Way Kuya (Rp 10rb /orang), agrowisata ke kebun kopi Desa Wisata Way Kalam (Rp 15rb /orang), tarif mobilisasi pengunjung ke objek wisata air terjun dan agrowisata kebun kopi menggunakan R2 atau R4 (Rp 15rb /orang), atraksi seni budaya untuk paket 3 hari 2 malam berupa sajian pencak silat dasar dan kendang serta atraksi debus dan pencak (masing-masing Rp 15rb /orang);
  4. Khusus mengenai sajian agrowisata kebun kopi akan dititik-beratkan pada aspek wisata edukatif. Untuk kesiapan penyajiannya konsep agrowisata dipilah kedalam kategori dan agenda kunjungan lapangan. Untuk ‘kategori’, kebun kopi yang akan menjadi objek agrowisata dibagi menjadi 3 (tiga) kategori: kebun baru mulai, kebun mulai jadi dan kebun sudah jadi. Sementara, agenda kunjungan lapangan akan mengenalkan teknis pembudidayaannya: cara okulasi dan budidaya, mengenal alat dan bibit, teknik dan alat perawatan, cara dan alat panen, dan teknik produksi kopi;
  5. Wisata edukatif melalui tawaran /sajian Paket Agrowisata Desa Way Kalam diharapkan menjadi media untuk menumbuhkan wawasan lingkungan, memberikan pengetahuan praktis dan kongkrit tentang budidaya kebun kopi, serta kecintaan terhadap tradisi dan kearifan lokal atas perlakuan tanaman kopi yang selama ini dilakukan oleh masyarakat setempat. Terkait wisata edukatif ini, kedepan, juga akan segera digagas sosialisasi dan kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan (Dasar, Menengah, Atas) di Lampung Selatan, agar dapat dikembangkan menjadi agenda studi edukatif berbasis kepariwisataan lokal;
  6. Mengenai pengelolaan BUMDesa ‘Al- Kalami’, di samping Unit Usaha Pariwisata Desa, berikutnya juga disepakati untuk rencana pengembangan Unit Pengelolaan Sampah Desa melalui konsep ‘Bank Sampah Desa’. Hal itu selain menjadi tambahan unit bisnis bagi BUMDesa, adalah ditujukan untuk menjamin kebersihan lingkungan desa, meningkatkan kesadaran warga tentang sanitasi yang sehat dan pengelolaan sampah desa, serta diharapkan nantinya dapat memberikan tambahan pendapatan bagi warga;
  7. Terkait ide pengembangan unit pengelolaan sampah desa melalui ‘Bank Sampah Desa’, untuk itu dalam waktu dekat diminta kepada Ali Amin Said (ketua BUMDesa /Ketua Pokdarwis)—dan khususnya Masdira (Wakil Ketua Pokdarwis)—untuk membuat konsep usaha dan perencanaan usahanya. Gagasan ini diuntungkan, mengingat Masdira sendiri kebetulan merupakan praktisi usaha pengelolaan sampah di desa; sehingga, pada sisi pengalaman dan jaringan pemasaran ke luar, kapasitas yang bersangkutan cukup memadai.

EVALUASI BULAN #8: PILOT DESA WISATA

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

CATATAN EVALUASI BULAN KE- 8 (JANUARI 2016)

Program: “Mewujudkan Desa Way Kalam sebagai Pilot dan Laboratorium Desa Wisata di Kecamatan Pangengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Juni 2015 – Mei 2016”.

Way Kalam, 7 Februari 2016

Pokok-Pokok Hasil Evaluasi,

  1. Untuk Bulan ke- 8 Januari 2016, pelaksanaan Program Pilot Desa Wisata di Way Kalam, Kecamatan Panengahan, terdiri dari beberapa target kegiatan sebagai berikut: i) pelaku wisata bertambah; ii) sosialisasi wisata dilakukan secara kontinyu dan terjadwal reguler; iii) terlaksana pelatihan /diskusi image branding produk lokal; iv) ada draft peraturan desa (perdes) desa wisata; dan v) terlaksana evaluasi program secara berkala;
  2. Atas kelima target pelaksanaan program di Bulan ke- 8 di atas hasil masing-masing capaian yang telah dilakukan oleh Pokdarwis Way Terjun, yakni:
  3. Target pelaku wisata Desa Way Kalam sementara ditetapkan mengikuti progress per Desember 2015, dengan keanggotaan Pokdarwis Way Terjun berjumlah 45 orang. Untuk beberapa waktu kedepan Pokdarwis Way Terjun akan lebih memfokuskan diri ke penguatan internal (membangun soliditas teamwork);
  4. Sosialisasi wisata dilakukan secara kontinyu, hal ini terus dilakukan oleh Pokdarwis Way Terjun di berbagai kesempatan atau event, misal di rapat-rapat atau musyawarah desa, pengajian, atau di berbagai kegiatan desa lainnya dimana pesan-pesan dukungan terhadap agenda desa wisata bisa disosialiasikan;
  5. Pelatihan /diskusi image branding produk lokal, di bulan Januari 2016 belum dapat dilaksanakan dan akan menjadi agenda rencana tindaklanjut paket pelatihan—bersama dengan pelatihan /diskusi regulasi desa wisata, infrastruktur desa wisata, pelatihan penyusunan paket wisata dan pelatihan pengelolaan media;
  6. Ada draft peraturan desa (perdes) desa wisata, di bulan Januari 2016 belum dapat dilaksanakan dan akan menjadi agenda rencana tindaklanjut di periode bulan berikutnya untuk dilakukan langkah penyusunan draft regulasi terkait;
  7. Evaluasi program secara berkala, kegiatan ini terlaksana melalui fasilitasi Forum Komunikasi Pokdarwis Lamsel: Komunitas Putera Krakatau (KPK), pada 7 Februari 2016.

Beberapa Masukan Penting,

  1. Telah disusun matrik kontrol indikator untuk memetakan beberapa agenda kegiatan yang tertunda atau belum dilaksanakan—atas kendala tertentu—baik yang menjadi tanggungjawab KPK, maupun rekomendasi yang sifatnya harus dilaksanakan oleh Pokdarwis Way Terjun, guna memudahkan identifikasi terhadap agenda-agenda yang menjadi ‘pekerjaan rumah’ masing-masing;
  2. Sejauh ini telah dibuat 3 (tiga) film dokumenter, baik itu berkenaan dengan praktik simulasi pemandu wisata Desa Way Kalam, kegiatan talkshow radio KPK dan Pokdarwis Way Terjun, maupun proses pelaksanaan kegiatan evaluasi program yang dilaksanakan secara reguler. Ketiga film dokumenter tsb dimaksudkan sebagai media edukasi dan publikasi /kampanye organisasi, dan telah dapat diakses secara online di media sosial: blog KPK dan youtube;
  3. Kini KPK dan Pokdarwis Way Terjun tengah menyelesaikan film dokumenter ke- 4 tentang Simulasi Final Pemandu Wisata Desa Way Kalam. Film ini juga merupakan konten media edukatif tentang peran pemandu wisata desa dalam proses kepemanduannya secara utuh (mulai prosesi awal – tengah – akhir pemanduan). Sajian film akan menjadi rujukan proses evaluasi dan belajar soal bagaimana tim pemandu wisata desa bekerja memberikan layanan kepada wisatawan;
  4. Telah dilaksanakan pelatihan /diskusi penyusunan paket wisata tahap I pada 24 Januari 2016 dengan referensi paket wisata dari Desa Wisata Penting Sari, Umbul Harjo, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini mendiskusikan pemahaman desa wisata secara teori, mereflesikan potensi lokal dan memperbandingkannya dengan desa wisata yang menjadi referensi. Atas hal tsb berikutnya dilakukan langkah penyusunan paket wisata Desa Way Kalam berbasis potensi riil dan kesiapan lokal secara bertahap;
  5. Menimbang masukan akan dilaksanakannya musyawarah desa untuk perencanaan alokasi anggaran Dana Desa TA 2016 dan penyusunan Dokumen RPJM dan RKP Desa Way Kalam pada pertengahan Februari 2016, maka dilakukan langkah fasilitasi need asessment BUMDes ‘Al- Kalami’ Unit Pariwisata Desa oleh KPK pada 30 Januari 2016. Hasil need asessment berhasil memetakan 55 item kebutuhan pembangunan Unit Pariwisata Desa Way Kalam.
  6. Dari 55 item kebutuhan pengembangan pariwisata desa tsb, 29 item diantaranya diambil-alih untuk menjadi usulan Pemerintah Desa Way Kalam. Hasil need asessment diharapkan dapat menjadi dasar pengusulan Pokdarwis Way Terjun melalui proposal Unit Pariwisata Desa BUMDes ‘Al- Kalami’ untuk dapat masuk ke makanisme perencanaan pembangunan Desa Way Kalam dan dapat didukung melalui anggaran Dana Desa TA 2016;
  7. Akan diagendakan kegiatan penjajakan dan pemetaan objek wisata luar Desa Way Kalam untuk memperkaya tawaran sajian paket wisata yang akan disusun. Target lokasi /objek wisata kunjungan luar yang akan dimasukan kedalam sajian paket wisata Desa Way Kalam direncanakan akan meliputi: Pemandian Air Panas Belerang Simpur Desa Kecapi /Babulang, Rumah Adat Lampung Desa Kuripan, Pantai Setigi Desa Canggung, snorkling ke Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi, serta kunjungan ke Gunung Anak Krakatau;
  8. Untuk kepentingan kegiatan penjajakan dan pemetaan sebagaimana direncanakan itu akan dilakukan kerjasama paket wisata dengan Kelompok-kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada di masing-masing desa tersebut. Diharapkan melalui pola ini akan terbangun dampak positif keberadaan lokasi pilot Desa Wisata Way Kalam terhadap desa-desa sekitar dan terjalin kerjasama saling menguntungkan antar Pokdarwis—serta lebih jauh, dapat merangsang efek pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

SIMULASI PEMANDU WISATA – 21 NOV 2015

KEGIATAN INI MERUPAKAN DOKUMENTASI Pelatihan Pemandu Wisata Sesi #2 untuk Program Pilot Desa Wisata Way Kalam, Kecamatan Panengahan, Kabupaten Lampung Selatan, pada 21 November 2015. Melalui kegiatan simulasi diharapkan, kedepan, Tim Pemandu Wisata Desa Way Kalam memiliki kesiapan dan keterampilan (skill) yang memadai dalam melayani kunjungan wisatawan.

snapshot

LIHAT VIDEO: Simulasi Tim Pemandu Wisata Desa Way Kalam 

EVALUASI PROGRAM – JUN 2015~JAN 2016

DOKUMENTASI KEGIATAN RUTIN EVALUASI PROGRAM Pilot Desa Wisata Way Kalam, Kecamatan Panengahan, Kabupaten Lampung Selatan, melalui fasilitasi Komunitas Putera Krakatau (KPK) selama periode Juni 2015 – Januari 2016. Dimaksudkan sebagai referensi dan media pembelajaran atas proses pelaksanaan kegiatan program. Semoga bermanfaat. Support your local tourism! Salam wisata! …

Snapshot 1 (25-01-2016 14-09)

LIHAT VIDEO: Evaluasi Program Pilot Desa Wisata Way Kalam

EVALUASI BULAN #7: PILOT DESA WISATA

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

CATATAN EVALUASI BULAN KE- 7 (DESEMBER 2015)

Program: “Mewujudkan Desa Way Kalam sebagai Pilot dan Laboratorium Desa Wisata di Kecamatan Pangengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Juni 2015 – Mei 2016”.

Way Kalam, 11 Januari 2016

Pokok-Pokok Hasil Evaluasi,

  1. Untuk Bulan ke- 7 Desember 2016, pelaksanaan Program Pilot Desa Wisata di Way Kalam, Kecamatan Panengahan, terdiri dari beberapa target kegiatan sebagai berikut: i) pelaku wisata bertambah; ii) sosialisasi wisata dilakukan secara kontinyu dan terjadwal reguler; iii) ada database trip pendakian Gunung Rajabasa dan Danau Gunung Rajabasa; iv) terlaksana pelatihan /diskusi regulasi desa wisata; dan v) terlaksana evaluasi program secara berkala;
  2. Atas kelima target pelaksanaan program di Bulan ke- 5 di atas hasil masing-masing capaian yang telah dilakukan oleh Pokdarwis Way Terjun, yakni:
  3. Target pelaku wisata Desa Way Kalam bertambah, berdasar progress per Desember 2015, keanggotaan Pokdarwis Way Terjun tetap tercatat berjumlah 45 orang. Diputuskan kegiatan rekrutmen untuk sementara dihentikan, untuk beberapa waktu kedepan Pokdarwis Way Terjun akan lebih memfokuskan diri ke penguatan internal (membangun soliditas teamwork);
  4. Sosialisasi wisata dilakukan secara kontinyu, hal ini terus dilakukan oleh Pokdarwis Way Terjun di berbagai kesempatan atau event, misal di rapat-rapat atau musyawarah desa, pengajian, atau di berbagai kegiatan desa lainnya dimana pesan-pesan dukungan terhadap agenda desa wisata bisa disosialiasikan;
  5. Pengumpulan database trip pendakian Gunung Rajabasa dan Danau Gunung Rajabasa belum dilakukan, disebabkan belum ada kesiapan dari Pokdarwis Way Terjun dan untuk itu akan diagendakan kembali pada akhir Januari 2016;
  6. Pelatihan /diskusi regulasi desa wisata, di bulan Desember 2015 belum dapat dilaksanakan dan akan menjadi agenda rencana tindaklanjut paket pelatihan—bersama dengan pelatihan infrastruktur desa wisata, pelatihan penyusunan paket wisata dan pelatihan pengelolaan media;
  7. Evaluasi program secara berkala, kegiatan ini terlaksana melalui fasilitasi Forum Komunikasi Pokdarwis Lamsel: Komunitas Putera Krakatau (KPK), pada 5 Desember 2015.

Beberapa Masukan Penting,

  1. Terkait agenda Pelatihan Penyusunan Paket Wisata, telah dilakukan ‘pra diskusi’ terhadap beberapa topik berikut yang dinilai urgen, seperti: identifikasi objek dan layanan wisata yang siap jual (kondisi existing), pemetaan kesiapan SDM profesional, dan kesiapan infrastruktur penunjang (alat, media, perlengkapan, dll). Hal ini dalam konteks untuk mengukur kesiapan dan kemampuan internal Pokdarwis Way Terjun menyediakan jasa layanan wisata;
  2. Disepakati waktu pelaksanaan pembuatan film dokumenter pemandu wisata Desa Way Kalam dengan penampilan terbaik berbasis skenario simulasi mandiri, yakni pada hari Minggu, 17 Januari 2016. Kegiatan ini bertujuan, selain untuk menjajaki kesiapan dan menguji profesionalisme Tim Pemandu Wisata Desa Way Kalam, juga untuk menjadikan film dokumenter yang dibuat sebagai bagian dari media pembelajaran yang bisa di –share ke publik;
  3. Kembali ditegaskan di kesempatan evaluasi bulan ini pentingnya membangun Tim Kreatif Desa Way Kalam guna mendorong percepatan ketersediaan sarana dasar berupa plang-plang informasi wisata yang distandarisasi, baik pada segi bahan /material, pilihan warna, estetika penulisan, pilihan lokasi penempatan, konten tulisan, dll. Untuk plang-plang informasi yang telah ada untuk dilakukan penyesuaian dan di- ‘poles’ ulang seusai kaidah standar yang ditentukan. Dari proses tsb hasil akhirnya diharapkan dapat membangun dan memperkuat ‘suasana desa wisata’ sebagaimana dicita-citakan untuk Desa Way Kalam;
  4. Sebagai referensi kaitannya dengan keharusan Pokdarwis Way Terjun mendorong percepatan terbangunnya Tim Kreatif untuk tugas-tugas seperti tersebut di poin ‘3’, diberikan slide presentasi fasilitator (salinan file presentasi lengkap) yang memberikan gambaran tentang contoh ‘plang informasi standar’ dan perbandingannya dengan kondisi existing plang informasi wisata yang kini ada di Desa Way Kalam untuk dilakukan pembenahan;
  5. Tak kalah penting untuk juga perlu diberikan penegasan adalah pembentukan dan kesiapan Tim Media dalam rangka untuk menunjang kerja-kerja promosi Desa Wisata yang dilakukan Pokdarwis Way Terjun melalui pembuatan beragam media yang diperlukan. Media promosi—dalam aneka bentuknya—bernilai strategis untuk mengkomunikasikan berbagai info wisata dan paket-paket layanan wisata lainnya yang dimiliki Desa Way Kalam ke dunia luar, terutama dalam rangka menjaring para peminat wisata alam;
  6. Masukan lain, adalah mengenai kondisi infrastruktur penunjang pariwisata Desa Way Kalam yang belum lama ini dibangun atas fasilitasi Pemda Lamsel melalui Dinas PU TA 2015 dengan Pj /pelaksana oleh pihak ketiga (kontraktor) berupa pembuatan gapura, sarana parkir dan tangga jalan menuju ke lokasi Air Terjun Way Kalam, yang hasil akhir pembangunannya kurang layak (buruk), perlu menjadi perhatian untuk usulan perbaikan melalui alokasi Dana Desa TA 2016 oleh Pokdarwis Way Terjun.

RADIO TALKSHOW KPK – 4 JAN 2016

DOKUMENTASI RADIO TALKSHOW Komunitas Putera Krakatau (KPK) bersama dengan Pokdarwis Way Terjun Desa Way Kalam dan Diskominfo Kabupaten Lampung Selatan mendiskusikan “Peran KPK dalam Memajukan Kepariwisataan Lamsel” dilaksanakan pada 4 Januari 2016 di Stasiun Radio Pemkab Lamsel Kalianda FM 93, Kalianda, Lampung Selatan.

Snapshot 1 (13-01-2016 9-56)

LIHAT VIDEO: Radio Talkshow Komunitas Putera Krakatau – 4 Jan 2016